Paniai, - Di bawah langit fajar yang berselimut kabut tebal, derap langkah prajurit Satgas Yonif 711/Raksatama dengan loreng khas nya tidak hanya membawa misi pengamanan.
Dibalik gagahnya seragam hijau tersebut, terselip niat tulus untuk menjaga satu hal yang paling krusial bagi kehidupan di pedalaman Papua yaitu Napas Perekonomian masyarakat di Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Selasa (12/05/2026)
Pemandangan itu menjadi rutin di pasar tradisional dan pinggir jalan setapak di wilayah Pegunungan Papua Tengah. Mama-mama Papua, yang duduk bersimpuh dengan noken berisi hasil bumi mulai dari sawi segar, ubi jalar, hingga jeruk hutan kini tak lagi perlu cemas dagangannya akan layu dimakan waktu.
Komandan Pos (Danpos) Komopa, Kapten Inf Made Susilo mengaku sulitnya akses transportasi dan jauhnya jarak menuju pusat kota seringkali membuat hasil panen mama-mama Papua membusuk karena tak laku terjual.
“Di sinilah peran Loreng TNI masuk ke celah tersebut. Melalui program pembinaan teritorial, kami memastikan keringat para petani terbayar dengan harga yang layak, ” ucapnya
Transaksi di pinggir jalan itu tidak lagi sekadar jual-beli, melainkan sebuah simfoni kemanunggalan yang membuktikan bahwa keamanan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan.
Rakyat merasa aman secara fisik karena kehadiran TNI sebagai perisai, dan merasa tenang secara finansial karena hasil jerih payahnya dihargai.
Napas ekonomi Papua kini berdenyut lebih kencang. Di sela-sela tugas menjaga perbatasan, prajurit loreng TNI membuktikan bahwa kemanunggalan itu bisa dirasakan melalui segarnya sayuran dan senyum sejahtera di wajah para mama.
Di tanah Papua, dedikasi Satgas Yonif 711/Raksatama telah membuktikan bahwa pengabdian terbaik adalah saat senjata mampu menjaga perdamaian, dan kepedulian mampu menghidupkan harapan. Sinergi itu menampilkan stabilitas keamanan dan kesejahteraan ekonomi adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. (*)

Riansyah