PANIAI - Di tengah hamparan hijau Distrik Komopa, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, sebuah inisiatif hangat terjalin antara prajurit TNI dan masyarakat petani. Pada Rabu (6/5/2026), prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Gobang V dari Yonif 4 Marinir tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menyentuh langsung denyut perekonomian warga dengan membeli seluruh hasil panen mereka.
Langkah konkret ini, yang menjadi bagian dari program pembinaan teritorial terbatas, membuktikan bahwa kehadiran aparat di wilayah penugasan melampaui sekadar menjaga keamanan. Prajurit Marinir secara langsung menyerap berbagai komoditas pertanian, mulai dari sayuran segar, buah-buahan ranum, hingga hasil bumi lainnya, yang merupakan sumber kehidupan bagi para petani lokal.

Komandan Satgas, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, menyampaikan betapa program ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di pedalaman Papua. Beliau melihat langsung perjuangan para petani dalam mengolah lahan, dan kini TNI hadir untuk memberikan kepastian pasar yang selama ini menjadi tantangan terbesar.
"Melalui program ini, kami ingin membantu petani mendapatkan kepastian pasar. Hasil panen mereka bisa langsung terserap tanpa harus kesulitan mencari pembeli, " kata Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, program yang dikenal dengan nama Rosita (Borong Hasil Tani) ini merupakan program unggulan Satgas. Tujuannya jelas: memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus merajut benang kemanunggalan antara prajurit dan warga. Ini adalah komitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif langsung, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menggerakkan sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi rakyat, terutama di wilayah terpencil yang seringkali terabaikan.

Senyum lebar terpancar dari wajah para petani di Distrik Komopa. Mereka merasakan langsung manfaat dari kehadiran Satgas. Hasil panen yang sebelumnya mungkin terbengkalai karena sulitnya akses pasar, kini terserap dengan cepat dan mendapatkan harga yang layak. Ini berarti kepastian pendapatan bagi keluarga mereka, sebuah anugerah yang sangat berarti di tengah tantangan hidup sehari-hari.
Wenda (43), salah satu warga setempat tak kuasa menahan rasa syukurnya, mengungkapkan betapa besar bantuan yang mereka terima. Kehadiran prajurit telah membuka jalan rezeki yang lebih lapang.
"Kami sangat terbantu. Biasanya kami kesulitan menjual hasil kebun, tapi sekarang langsung dibeli. Ini sangat membantu kebutuhan keluarga, " ujarnya.
Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, TNI tidak hanya menjalankan mandat menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, tetapi juga bertransformasi menjadi agen perubahan yang aktif mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di Distrik Komopa, kehadiran prajurit Marinir diharapkan menjadi katalisator kesejahteraan dan semakin mempererat ikatan persaudaraan antara TNI dan rakyat di tanah Papua yang dicintai.
(PERS)
