Satgas Habema Bantah Tembakkan 7.000 Amunisi di Paniai, Operasi Diklaim Terukur

    Satgas Habema Bantah Tembakkan 7.000 Amunisi di Paniai, Operasi Diklaim Terukur
    Satgas Habema membantah informasi yang menyebut personelnya menembakkan hingga 7.000 butir amunisi saat menjalankan operasi keamanan di wilayah Totiyo, sekitar Danau Paniai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Rabu (12/8/2026).

    PANIAI - Satgas Habema membantah informasi yang menyebut personelnya menembakkan hingga 7.000 butir amunisi saat menjalankan operasi keamanan di wilayah Totiyo, sekitar Danau Paniai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

    Pernyataan tersebut disampaikan Satgas Habema pada Rabu (12/8/2026) sebagai tanggapan atas pernyataan Jenderal RR Demianus Magai Yogi terkait aktivitas operasi keamanan di wilayah tersebut.

    Satgas Habema menegaskan informasi mengenai penggunaan 7.000 butir amunisi tidak benar. Menurut Satgas, setiap informasi mengenai operasi keamanan harus disampaikan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan.

    Dalam pelaksanaan patroli menuju wilayah Totiyo, personel Satgas memang mendengar suara tembakan. Namun, suara tersebut tidak secara otomatis diikuti tindakan balasan oleh personel TNI.

    Satgas menegaskan setiap penggunaan kekuatan dilakukan berdasarkan situasi di lapangan, secara terarah dan terukur, serta mengikuti prosedur operasi yang berlaku. Keselamatan masyarakat Papua disebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap pengambilan tindakan.

    "Setiap penggunaan kekuatan dalam pelaksanaan tugas dilakukan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat Papua, " tegas Satgas Habema dalam keterangannya.

    Satgas Habema juga menyatakan akan terus menjalankan upaya penegakan keamanan terhadap kelompok yang melakukan tindakan melawan hukum. Termasuk mengejar upaya pengamanan kembali senjata yang disebut telah dirampas dari aparat.

    Meski demikian, Satgas menekankan operasi di wilayah Papua tetap mengedepankan prinsip profesionalisme, proporsionalitas, dan kemanusiaan.

    "Kehadiran Satgas Habema ditujukan untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat Papua, serta mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Papua, " tegasnya.

    Satgas Habema mengajak seluruh pihak menyampaikan informasi terkait situasi keamanan di Papua secara akurat dan berdasarkan fakta. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    Dengan pendekatan operasi yang diklaim terukur, Satgas Habema menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas keamanan sekaligus meminimalkan risiko terhadap masyarakat sipil di wilayah operasi.

    (PERS)

    satgas habema paniai papua tengah keamanan papua operasi militer klarifikasi tni tniuntukrakyat papuadamai beritapapua tni
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Atasi Keluhan Kesehatan Masyarakat, Satgas...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 405/Surya Kusuma Belanja Hasil...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar
    TNI Gencarkan Penyuluhan Door to Door Cegah Karhutla di Kabupaten Sambas
    HUT Ke-81 TNI Dimeriahkan TNI Fair hingga Parade dan Defile Alutsista
    Panglima TNI Tandatangani Nota kesepahaman Dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
    Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI

    Ikuti Kami